Beda Dosen, Beda Gaya

“lain lubuk lain pula ikannya” mungkin bisa menjadi suatu analogi pembanding perbedaan gaya dosen dalam mengajar. sering memberikan kegalauan bagi kami mahasiswa dalam melihat perbedaan konsepsi materi, metode bahkan konten yang disampaikan… “terus yang benar yang mana?????” dalam hati kami bertanya-tanya melihat pertunjukan yang seakan merepresentasikan bentuk perilaku kognitif perbedaan gaya “Classical” dengan gaya “Post Modern“, namun yang terpenting adalah bukan melihat kelemahan masing-masing metode melainkan adalah menyikapi “Gap” sebagai keunggulan masing-masing dengan bijak  metode beliau dalam memberikan pengajaran. 🙂

Kritik bila perlu, namun tanpa mengurangi rasa hormat kita dengan semata-mata untuk memperoleh metode efektif yang nyaman bagi kita semua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: