Dilemma KKN:One More Time, One More Week

Waktu begitu berharga bahkan dapat disetarakan dengan harga uang, mereka menyebut “Time is Money” karena dengan sedikit waktu tidak susah nominal juta mereka dapatkan. ya, mungkin ini juga bagian dari konsep Time value of money. konsepsi dalam ilmu ekonomi yang tidak banyak dipahami mayoritas orang, contoh gampang banyak anggapan buruk mengenai keterlambatan dana yang turun dari pemerintah pada berbagai kalangan masyarakat semisal gaji pegawai, dana pensiun, atau beasiswa pelajar sehingga membuat kegalauan kantong bagi para penerimanya. masalahnya bukan pada keterlambatan cair namun nilai dari berapa nilai keterlambatan cair dana, kurs selalu berjalan dalam sekian detik saja nilai uang terus berubah jika dalam waktu 3-6 bulan berapa sudah spread yang didapatkan ditambah berapa T (trilliun) nilai  dari dana tersebut. gap itu yang mungkin dapat menjadi tambahan pengisi kantong yang berkuasa. namun aku tidak berpikir begitu, karena sungguh aku tidak tahu apa-apa.

Waktu terus berjalan, tidak sadar sudah waktunya menjalani proses sebagai bagian dari program kampus menjadi abdi masyarakat. menjalani rutinitas baru ku begitu menikmati, dengan keyakinan aku tidak kehilangan rutinitas lama, namun ternyata hanya dua hari ku dapat bertahan. aku kehilangan banyak waktu akibat ini. kesibukan pagi, terjalnya medan memang sempat membuatku sakit, namun bukankah keajaiban membuatmu sembuh dalam 5 menit, kasur terlalu empuk namun bukankah nyaman untuk mengistirahatkan fisik dari pada tidur di dua kursi belajar yang dipepetkan hingga membuat badan ini tidak nyaman ketika bangun, udara terlalu dingin, pagi yang berkabut hingga mata ini tidak cukup jauh menjangkau pandangan hamparan sawah  di depan persinggahan, bahkan suasana yang terlalu nyaman untuk tidur pagi hari, ketiduran di waktu sore sampai kuberpikir jangan-jangan ini cuma bagian dari liburan formal. sampai terparah kehilangan rekan sevisi dalam ruang diskusi membicarakan progres untuk menambah greget kinerja selanjutnya. suasana yang terlalu ramaikah?HAHA,jangan buatku tertawa bukankah susanana pondokan jauh lebih ramai. sisi lain kita tidak boleh cukup apatis ketika konsentrasi atau mungkin diri ini yang terlalu manja, mencari alibi atas kesalahan pribadi.

Disini bahkan aku tidak cukup tahu bahwa 1 hari ini 24 jam, 2 minggu ini adalah 14 hari, yang ku tahu aku terus kehilangannya. masalah klasik dalam konteks kekinian. tidak mampu membagi waktu dan konsistensi. program ini bukan alasan, tidak ada alasan yang lebih tepat selain ketika benar-benar tidak mampu melakukan apa-apa. waktu ini milik siapa, adalah milik mereka yang tidak tidur dan melakukan pengembangan atas dirinya dan orang-orang sekitarnya.

Sekali lagi aku ingatkan kamu deadline, deadline, DEADLINE.

Singkronkan mimpi dan perilaku bukankah orang hebat adalah orang yang mampu mengintegrasikan antara pikiran dan perasaan dan mengimplementasikan dalam bentuk tindakan. kepuasan akan didapat bahkan dengan hasil apapun selama totalitas proses sudah dijalani.

#Dalam renungan pagi 29 juni 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: