:) SULIT DIPERCAYA ):

Prestasi adalah pencapaian istimewa bagi seorang pelajar, mengejarnya merupakan proses ternikmat dalam menjalani rutinitas hari. Waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi tidak perlu dianggap sebagai suatu pengorbanan untuk mendapatkannya melainkan itu semua merupakan bagian dari perjuangan yang tak pernah hilang seberapapun banyak kita keluarkan. Tiada yang lebih nikmat dari pada menikmati pencapain yang diperoleh dengan keringat sendiri.

Seberapa banyak waktuku tersita untuk ini, hanya untuk sebuah paper. Malam-malam yang hilang karena harus begadang, merevisi, mensimulasi, dan memperbaiki apa yang kurang sehingga membuatku puas dan merasa yakin akan sebuah karya yang membanggakan. Tak pernah ku setengah hati dalam berproses, bagiku dalam setiap huruf yang kutulis dalam paper ini adalah satu tekad untuk satu tujuan yaitu hadir mempresentasikan hasil buah pikirku pada forum internasional.

Seberapa banyak aku gagal pasti ku kan ku coba lagi. Seharusnya…

Gila, forum internasional memang luar biasa terkadang ku berfikir apa mungkin kapasitas otakku mampu mencapainya. Mungkin memang benar aku tak sepintar ******* yang mampu dengan cepat merangkai kata dengan diksi ilmiah yang pekat, aku ga secerdas **** yang sering memunculkan ide-ide kreatif inovatif dalam sebuah karya, aku ga sejenius ******* yang mampu menganalisa actual fenomena dengan pendekatan matematik yang cerdik. Namun ku selalu yakin setidaknya aku masih punya tekad untuk berjuang, berpikir, mengasah dan mengembangkan kemampuan walau sedikit demi sedikit. Itu cukup, Alhamdulillah…

Betapa ku beruntung masuk belajar, berproses di institusi ini, biaya ekonomis dengan fasilitas pengajaran yang premium di konsentrasi moneter. Rekan hebat nan kompetitif selalu membuat berpacu untuk pengembangan diri, dosen pengajar jenius nan inspiratif mampu membangkitkan moral dan motivasi belajar dalam meraih asa. Tugas-tugas berat terkadang melelahkan, namun ku yakin setiap tugas memiliki standar ilmiah yang jelas. Sehingga tidak heran, berawal dari tugas rekan-rekanku mendapat pencapain yang diluar dugaan.

Semua berawal dari tugas, tugas kuliah yang sebagian  besar mahasiswa menyelesaikan dengan cara memalukan dengan menghiraukan kejujuran akademik dan selesai menjadi sampah, yang terparah adalah sampah yang terkumpul di perpustakaan. Namun ditempatku belajar pantang melakukan itu, dosenku tentu tidak akan membiarkan kecurangan walau hanya satu kalimat.

Tugas kali ini memang bertepatan dengan momen Call for paper OJK, Internasional Workshop Bank Indonesia yang akan sangat menarik jika tugas yang telah dikumpulkan terus dikirim dan diterima. Ahh itu hanya mimpi, ….

Mimpi itu sangat dekat

Enam bulan  lalu sebelum confrence aku bisa terus berusaha mewujudkan mimpi ini. Totalitas proses tentu sangat diperlukan untuk ini, waktu tidur malamku selalu tersita, waktu makanku yang selalu telat. I’m EXPLODED, yes i’m… ku tak mengeluh dengan hal biasa yang menjadi bagian dari perjuangan. Sebelum uas kukerjakan semua ini hingga liburan, dan waktu KKN ku tersita untuk ini. Tapi tidak maslaah. . .

Sulit Dipercaya, aku mendapati timku lolos sebagai presentator poster di internasional workshop, terbayang hal-hal luar biasa dimana aku akan menemui wajah-wajah asing, nama-nama asing dengan bahasa global yang belum mudah kupahami karena hanya 490 basis poin hasil toefl ku (kurang 10 untuk ke Eropa). Membaca surat undangan yang berisi workshop schedule, Bayangkan dimana pada suatu momen kita bertemu deputy governor of Bank Indonesia (BI), chairman of board Financial Service Authority (FSA), kepala eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), head of centre of economic studies and public policy, kepala pusat kebijakan ekonomi makro-badan kebijakan fiskal, kementrian keuangan, chief economist, director of macro prudential policy department BI, expert staff of deputy governor BI, Dr. piter abdullah, Dr. Dwityapoetra, Dr. Pungki, Dr. Dadang muljawan, Dr. Endi. Nama-nama orang hebat yang selama ini hanya mampu dilihat dari layar TV, atau sekedar tahu dari karya-karya buletin dan jurnal ilmiah yang sering kubaca dan resum. Sungguh mimpi itu sangat dekat, tak akan ku maafkan diriku jika itu sampai terlewat, sebuah kemewahan intelektual ilmuan yang menekuni ilmu ekonomi maupun praktisi.

Skip……..

Skip……..

Skippppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Terbangun Di Juanda

Hingga ku buka mata, seminggu ini ku hanya bermimpi hingga ku terbangun di juanda. Semua hanya mimpi, Sulit dipercaya. Sulit dipercaya LoL kekonyolan yang lebih parah dari pada kegagalanku di olimpiade matematik, dan di semifinal olimpiade ekonomi nasional.

Manusia hanya mampu berencana, berusaha, dan bermunajat. Namun Insyaallah, insyaallah hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk kita..

Cerita ini akan kusimpan, hingga suatu saat kan ku baca lagi untuk mengingatkanku jika lupa suatu saat nanti. “Maftuh, kamu tangguh, jangan pernah berhenti untuk berusaha dan berharap”.

*Kejarlah mimpimu, walau itu dilangit. Jangan pernah merasa perjuangan itu sakit, melainkan ini bagian ternikmat, dan termanis dalam hidupmu*

ditulis:

Nganjuk, 5 September 2013

(Mengantar Ibunda Terapi, hari dimana seharusnya aku berada di Jakarta mengahadiri undangan International Workshop Bank Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: